CERPEN "CUPANG TRANSGENDER"
Perumahan Perumnas Kedungbendo
sedang ramai-ramainya anak-anak yang
memelihara ikan di botol kaca mereka masing-masing. Setiap anak
setidaknya memiliki satu ikan cupang, beberapa bahkan punya dua hingga tiga
ikan cupang. Semua anak sedang terlarut dalam hiruk pikuk percupangan ini.
Namun tidak dengan Fadli, belum cukup tabungannya adalah alasan ia belum
menyimpan sebuah botol kaca yang berisi ikan cupang.
Sore hari sepulang sekolah seperti
biasanya Fadli pergi ke rumah Anas. Ia punya ikan cupang petarung yang cukup
kuat. Setiap hari ia latih dengan cupang milik Tosa, anak yang pintar dan tau
segala hal tentang ikan cupang.
“Hari ini
belum bawa ikan juga, dli ? Kamu kapan mau beli, biar kita bisa latihan
bareng.” sapa Anas setelah Fadli datang. Anas tak menjawab, hanya tersenyum.
Di sana sudah ada Tosa yang sedang memutar-mutar air di
dalam ember yang ternyata ada ikan cupang milik Anas, Sony.
“Itu
biar apa lagi, sa ?” tanya Fadli yang bingung.
“Oh
ini, diputar biar Sony terlatih melawan arus air. Tujuannya agar melatih mental
ikan. Nah nanti kita ganti airnya terus ditambah garam sedikit dan kita biarin
ikannya biar istirahat, supaya nggak stress” jawab Tosa yang membuat Fadli
geleng-geleng kebingungan.
Mereka
bertiga duduk bersama dengan serius memperhatikan ikan cupangnya, Anas dan Tosa
sedang sibuk melatih Sony. Sedangkan Fadli hanya bermain-main dengan Conan,
ikan cupang milik Tosa. Ditengah-tengah kesibukan mereka masing-masing,
terdengar suara sepeda terparkir yang membuat mereka menghentikan pekerjaan
mereka.
Ternyata
itu adalah Sulthan dan Aska, anak RT sebelah yang terkenal dengan ikan cupang
yang belum pernah terkalahkan. Sulthan yang memiliki ikan, Aska adalah adiknya
yang selalu menjadi asisten Sulthan.
“Itukan
Sulthan dan ikannya, Drogon” bisik Tosa pada Anas dan Fadli.
“Ayo
langsung saja siapkan ikanmu, kita adu ikan cupang sampai habis-habisan. Aska,
siapkan Drogon!” teriak Sulthan setelah datang.
Dengan
sigap Aska segera menyiapkan ikan milik sulthan. Sedankan Anas, Fadli dan Tosa
masih bingung.
Akhirnya
ember yang seperempat bagiannya berisi air menjadi ajang pertarungan antara
ikan cupang milik Anas melawan Drogon, ikan milik Sulthan. Pertandingan
berlangsung menegangkan, Sulthan terlihat pede dengan aksi ikannya. Sedangkan
raut tegang di wajah Anas sangat terlihat.
“sebenarnya
sony belum siap bertarung, aku yakin sekitar tiga menit lagi ia bakal
sempoyongan” bisik Tosa pada Anas.
Pertarungan
berlangsung sengit, semua dengan serius memperhatikan ember tersebut. Waktu
berjalan 5 menit ikan Anas sudah terlihat lemas. Benar kata Tosa, Sony belum
siap bertarung. Ia masih perlu latihan kurang lebih seminggu lagi, apalagi
melawan ikan sekuat Drogon. Tosa yakin kali ini Sony tidak akan selamat. Hingga
pada akhirnya benar saja, Sony sudah mengambang lemas. Anas sangat kaget, ia
tidak percaya ini bias terjadi dengan sangat mudah.
“Ayo
itu satu lagi ikan untuk hari ini” dengan sombong Sulthan menunjuk ikan Tosa
yang sedang dipegang Fadli.
Ikan
Tosa memang masih tergolong ikan aduan, namun ikannya tidak lebih kuat dari
milik Anas. Tentu saja tidak butuh waktu lama bagi Drogon untuk mengalahkannya.
Pertandingan
selesai dengan cepat, kemudian Sulthan dan Aska pergi dari rumah. Hari ini ikan
milik Anas dan Tosa sudah mati.
“Maaf
teman-teman aku belum bias bantu hari ini.” Ucap Fadli memecah keheningan.
“Besok
kamu beli ikan dli, ini aku ada uang. Pokoknya kita bales si Sulthan” jawab
Anas.
Keesokan
hari, di took ikan Fadli datang sendiri. Sebenarnya ia sudah mengajak Anas,
namun ia pergi ke luar kota hari ini. Sedangkan Tosa, ia belum bisa beranjak
dari dalam kamar semenjak kekalahan kemarin. Sehingga membuat Fadli sekarang di
toko ikan sendirian, dan kebingungan.
Ia
memilih ikan berdasar insting. Sempat bertanya kepada pemilik toko, tetapi sialnya
yang sedang jaga adalah istrinya yang tidak tahu menahu soal ikan cupang aduan.
Sehingga pilihan Fadli sudah tertuju pada satu ikan cupang di ujung rak.
Berwarna putih dengan corak merah di ekornya.
Dari
toko ikan ia langsung membawa ikan barunya ke rumah Tosa. Dan wajah kaget
tiba-tiba muncul di muka Tosa.
“Ini
mah cupang betina!” Tosa kaget sambil memegang botol kaca berisi ikan milik
Fadli.
“LAH.
Aku ga tau” jawab Fadli.
“Harusnya
ikan cupang aduan itu kepalanya panjang tapi ukuran badan sedang, ring bibir
tidak tipis tidak tebal, sirip anal kaku, agresif, lincah” jelas Tosa yang
membuat Fadli makin kebingungan.
“La
ini, badan pendek, perut buncit, lihat dia berenang, pelan banget” lanjut Tosa.
“Gimana
dong sa” Fadli kebingungan dengan keadaan, ia takut mengecewakan Anas yang
sudah sampai membantu memberi uang tambahan untuk membeli ikan ini.
“Udah
gini aja, ini aku simpan untuk aku kawinkan dengan ikanku satu lagi. Untuk
masalah Sulthan, kayaknya udah kita nyerah aja” jelas Tosa.
Besoknya,
sore sepulang sekolah mereka bertiga kebingungan. Tosa sudah menjelaskan ke
Anas, dan penjelasan tentang yang terjadi semalam ke Fadli. Ikan yang dibeli
Fadli yang niat Tosa ingin dikawinkan dengan ikan miliknya yang sisa satu,
justru malah ikan Tosa yang mengambang lemas keesokan paginya.
“Ini ga
bener sumpah” Ucap Tosa.
“Nanti
ikanmu sakit Tos” saut Anas.
“Nggak
mungkin, tiap hari aku rawat” jawab Tosa
“Tapi
katamu ikanku betina, mana mungkin bisa…”
“Mungkin,
ini ikanmu memang betina tapi ia bisa tarung. Mungkin dulunya laki” potong
Tosa.
“Kalo
gini jadinya, berarti kita udah siap lawan ikan milik Sulthan” ucap Anas sambil
senyum-senyum pede.
Mereka
bertiga berangkat menuju rumah Sulthan dengan membawa satu botol kaca yang
berisi ikan cupang milik Fadli. Sesampainya, disana Sulthan dan Aska sedang
melatih ikannya. Mereka berdua terkejut melihat tiga anak yang kemarin ia
kalahkan datang ke rumahnya.
“Mau
apa kalian ? Apa ini cupang betina ? Hahaha” sapa Sulthan dengan tertawa
merendahkan.
“Udah
ayo langsung saja siapkan arena pertarungan” Jawab Anas dengan tegas.
Aska
menyiapkan baskom yang cukup besar untuk pertarungan kali ini. Fadli pun juga
menyiapkan ikannya. Dan pertarungan pun dimulai.
Semua
tampak serius memperhatikan, tidak ada yang tidak terfokus pada baskom yang
berisi dua ikan cupang yang sedang bertarung. Keadaan kali ini tampak berbalik,
Wajah tegang di muka Sulthan sedangkan Anas sangat pede melihat adanya harapan
di ikan milik fadli ini.
Aduan
ini berlangsung cukup lama, lebih lama dari pertarungan sony kemarin. Terlihat
kedua ikan masih sengit menyerang satu sama lain. Hingga setelah 10 menit
berlangsung, ikan milik Sulthan mulai lemas. Ikannya mulai menyerang dengan
lemah, dan lebih sering diserang.
“Ini
dia keajaiban nas” ucap Tosa pada anas
“Kok
bisa!” Teriak Sulthan “Aska! Apa Drogon sedang sakit ?”
“Seharusnya
tidak, dia sehat saja” jawab Aska.
Ikan
Sulthan mulai sempoyongan, sedangkan ikan Fadli terus-menerus menyerangnya.
Pertarungan ini menyisakan satu serangan terakhir. Hanya perlu satu serangan
untuk membuat ikan sulthan mati.
Namun
sebelum ikan Fadli menyerang, dengan sigap secara tiba-tiba Fadli mengambil
ikannya. Mengeluarkannya ikannya dari baskom dan memasukkannya ke botol.
“Loh
dli kenapa, sekali lagi bisa menang lo” teriak Anas
“Ini
tawarannya, kamu bisa milih mau ikanku aku masukin lagi ke baskom untuk bikin
ikanmu mati, atau kita berdua sekarang juga pergi ke sungai buat lepasin ikan
kita bareng” jawab Fadli
Semua bingung kenapa Fadli bilang
seperti itu. Padahal sedikit lagi ia bisa mengalahkan ikan sultan dan
membalaskan dendam ikan Anas dan Tosa.
“Adu cupangku berhenti di sini.
Aku gam au main lagi, kasian ikan yang mati karena di adu. Toh juga rugi di
kita yang udah beli ikan” jelas Fadli
Pada Akhirnya karena Sulthan
tidak tega melihat ikannya mati, ia menyetujui tawaran Fadli dan berangkat
bersama menuju ke sungai untuk melepaskan ikan mereka bersama.
Comments
Post a Comment